Khotbah Jumat Idul Fitri: Hakikat & Makna Sejati Menurut Ulama
Khotbah Jumat Idul Fitri: Hakikat & Makna Sejati Menurut Ulama
Khotbah Jum'at: Hakikat Hari Raya Idul Fitri dari Berbagai Pendapat Para Ulama Esensi Spiritual Kembali ke Fitrah, Kemenangan atas Hawa Nafsu, Tanda Diterimanya Amal, dan Maaf-Memaafkan – Penjelasan Spesifik dari Ulama Klasik hingga Kontemporer Indonesia Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hari Raya Idul Fitri bukan sekadar tradisi baju baru, ketupat, opor, atau mudik ke Cilacap. Hakikatnya jauh lebih dalam: momentum spiritual kembali ke fitrah kesucian asal, kemenangan atas hawa nafsu setelah sebulan dilatih di Ramadan, tanda penerimaan amal ibadah, serta penguatan ukhuwah melalui maaf-memaafkan. Artikel ini mengupas tuntas pendapat ulama klasik (Imam Al-Ghazali, Syekh Abdul Qadir Al-Jilani) hingga kontemporer (Prof. Quraish Shihab, NU, Muhammadiyah, MUI) dengan kutipan spesifik, perbandingan, dan aplikasi nyata di kehidupan umat Indonesia masa kini. 1. Dasar Syariat, Etimologi, dan Sejarah Idul Fitri Idul Fitri pertama kali dirayakan Rasulullah ﷺ pada 2 H di Madinah pasca Pe…