Khutbah Hari raya Idul Fitri 1447 H. 2026

PAK DHE

 

Khotab Idul Fitri

‎KHUTBAH IEDUL FITRI

‎اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ. اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ، اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ . اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْأَكْبَر اَلَّذِى اَكْبَر فِى كُلِّ شَيْءٍ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ اَلَّذِى عَلَّمَنَا كَيْفَ نُصَلِّى عَلَى اللَّهِ اَكْبَر فَنَقُوْلُ اَللَّهُ اَكْبَرُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ رَبٌّ غَفُوْرٌ . وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ذُو الْفَضْلِ وَالشُّكُوْرِ . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ رَسُوْلِ الْأَمِيْنِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَاُمَّتِهِ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . اَمَّا بَعْدُ : فَيَـاعِبَادَ اللَّهِ اُوْصِيْنِيْ وَاُوْصِيْكُمْ بَتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ، فَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مُذَكَّرًا بِذَالِكَ : " اَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ( يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ )    
‎Jama’ah shalat idul fitri rahimakumullah.
‎Ketika tenggelamnya matahari di ufuk sebelah barat pada sore hari kemarin, menandakan kita telah menyelesaikan perjuangan satu bulan penuh pada bulan suci Ramadhan, maka berpisahlah kita dengan bulan yang mulia lagi agung. Ada rasa sedih berpisah dengan Ramadhan, namun di sisi lain ada kegembiraan bahwa kemenagan telah kita raih. Namun dalam hati yang paling dalam tentu kita ingin Allah panjangkan umur kita, agar dapat bertemu kembali dengan Ramadhan yang akan datang.
‎اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
‎ Dengan terbitnya hilal syawwal, maka berpisahlah kita dengan Ramadhan. Berpisahlah kita dengan bulan yang didalamnya terdapat satu malam, jika kita beribadah pada malam itu, maka kita mendapatkan keutamaan ibadah yang lebih baik daripada ibadah seribu bulan. Pak ibu hadirin jama’ah shalat idul fitri yarhamukumullah. Ramadhan dengan segala kelebihan dan keutamaannya pasti akan datang lagi, tetapi tidak ada jaminan apapun, dan dari siapapun, bahwa kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan yang akan datang. Hari ini, lihatlah kanan kiri kita, banyak orang yang kita kasihi, orang – orang tercinta, orang tua, saudara, kerabat, tetangga, lihatlah kanan kiri kita, dimana isteri dimana suami , mereka yang dulu hidup bersama kita, masih terbayang senyuman mereka dipelupuk mata. Tapi kini, mereka tidak lagi bersama kita. Mereka telah berada di alam baka. Hanya tinggal kenangan yang tak mungkin akan terlupa.
‎Pak ibu hadirin jam’ah shalat ied A’azzakumullah.
‎Ketahuilah, bahwa sembahyang atau sholat ied ini, yang dulu juga pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad Saw , hukumnya makruh jika kita tinggalkan. Sholat ied ini hukumnya fardu ain menurut madzhab Imam Hanafi, fardu kifayah menurut madzhab Imam Hambali, dan sunnah mu’akkad menurut madzhab imam kita, yaitu madzhab Syafi’I sama seperti madzhab gurunya imam Syafi’I yaitu Imam Maliki. Hari raya atau idul fitri adalah hari bersuka-suka, hari bergembira bagi ummat Islam, karena sebab dua perkara. Pertama, karena banyak karunia Allah ta’ala bagi hambanya yang berpuasa selama bulan Ramadhan. Maka pada hari raya ini Allah curahkan limpahan pahala bagi orang yang berpuasa. Kedua, pada hari raya ini, Allah ampunkan dosa-dosa bagi mereka yang berpuasa, maka diperumpamakan orang yang berpuasa selama bulan Ramadhan ini seperti bayi yang baru lahir, suci bersih tanpa dosa.
‎اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
‎Hadirin wal hadirat rahimakumullah
‎Pada hari ini, Allah swt memandang dengan pandangan rahmat-Nya kepada segenap ummat manusia, Allah ampunkan dosa demi dosa ummat manusia kecuali empat golongan yang pada hari ini Allah haramkan rahmat dan ampunanNya. Pertama orang-orang yang suka minum khamar, minuman keras, Kedua orang-orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, Ketiga  orang-orang yang memutuskan tali silaturahim dan yang Keempat orang – orang yang berseteru, bertikai sampai tidak bertegur sapa antara sesama lebih dari pada tiga hari. Hadirin hadirat jam’ah shalat ied rahimakumullah.
‎Lebaran, atau hari raya yang kita rasakan sekarang ini. Dahulu juga pernah dirasakan oleh Nabi Saw. Ketahuilah hadirin, bahwa hakikat lebaran ini atau arti sesungguhnya dari hari raya ini bukan sebab karena makanan yang enak-enak, juga bukan sebab karena pakaian yang mahal dan baru. Dalam satu kesempatan Beliau Imam Ali Bin Abi Thalib pernah berkata : اَلْيَوْمَ مَاعَصَيْتُ فِيْهِ رَبِّيْ فَهُوَ الْعِيْدُ
‎Hari dimana didalamnya aku tidak maksiat kepada Allah itu hari lebaran, hari dimana aku tidak melakukan dosa itulah hakikat hari raya, Demikian kata sayyiduna Ali Karramallahu wajhahu. Begitu juga dalam kesempatan yang lain beliau berkata :
‎لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ وَلَكِنَّ الْعِيْدَ لِمَنْ طَاعَتُهُ تَزِيْدْ
‎Lebaran atau hari raya ied, itu bukan sebab karena pakaian yang serba baru, akan tetapi makna dari lebaran atau ied adalah bagi siapa siapa yang iman nya bertambah.
‎اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
‎Ayyuhal a’idiin wal a’idaat a’azzakumullah.
‎Setelah sebulan puasa Ramadhan kita laksanakan, maka masuklah kita mulai hari ini sampai sebulan kedepan, kita berada pada bulan Syawwal, dari sahabat ayyub Al-anshari Beliau Rasul Saw bersabda :
‎مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ اَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
‎Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa satu tahun penuh. ( HR. Imam Muslim Ra )
‎Pak ibu saudara saudari sekalian,. Pada hari lebaran seperti ini, kita juga di anjurkan banyak memberi nafkah kepada isteri lebih banyak dari pada hari biasanya, kita juga di anjurkan berziarah atau berkunjung kepada kedua orang tua yang masih hidup atau yang sudah mati. Selain itu pada hari lebaran ini, kita di anjurkan banyak berbuat kebajikan kepada kaum kerabat dekat, bersedekah kepada para fakir dan miskin. Terutama bersedekah untuk mereka sanak keluraga , orang orang yang telah mati terdahulu. Ketahuilah wahai sekalian hadirin hadirat rahimakumullah, Ketahuilah bahwa apabila datang hari jum’at atau hari raya seperti sekarang ini, mereka seluruh arwah kaum kerabat kita datang kerumah rumah kita, tidak lain mereka hanya menuntut sedekah dari kita yang masih hidup. Andai saja Allah bukakan mata hati kita, maka pastilah kita melihat kehadiran ruh-ruh mereka. Mereka ruh-ruh itu berkata : “ Duhai keluargaku, duhai isteriku, duhai suamiku, wahai anak-anakku, tolonglah kami pada hari ini dengan doa dan sedekah, ingatlah kalian akan siksa di alam kubur, ketahuilah oleh kalian wahai keluargaku, kami ibarat orang yang karam ditengah lautan, kami selalu bereteriak memohong pertolongan orang-orang yang ada didaratan. Pak Ibu hadirin sekalian, Bagaimana kita tega dengan banyak bersuka cita, banyak tertawa, banyak makan yang enak-enak, sementara mereka orang-orang terkasih kita terbaring di dalam kubur menanggung dahaga lapar dan haus. Mereka menantikan, mereka menunggu do’a do’a dan sedekah dari kita. Hadirin hadirat rahimakumullah !
‎Diceritakan bahwa ketika hari raya atau lebaran datang, dahulu ada seorang a’lim dan sholeh yang pada saat hari raya tiba, kedua tangannya di ikat keatas, dan kedua kakinya dipasung, serta ditaburkan debu diatas kepalanya. Maka kepada orang sholeh dan alim tersebut ditanya, “ Wahai fulan, pada hari ini adalah hari bersuka suka, hari dimana setiap orang bergembira karena hari ini adalah hari raya, hari kemenangan, kenapa engkau berbuat seperti ini ? “ Maka ia pun menjawab. “ Sebab aku pasungkan aku ikat kedua kakiku, aku teringat mayit kaum kerabatku didalam kubur terbaring tidak kuasa berjalan kesana kesini. Aku taburkan debu diatas kepalaku, sebab aku teringat kaum kerabatku didalam kubur yang bermandikan debu dan cacing tanah,  dan sebab aku ikat, aku gantungkan  kedua tanganku ke atas, agar supaya aku bisa lama berdoa kepada Allah, pertama aku memohon ampunan Allah bagi setiap umat islam yang masih hidup, kedua aku memohon ampunan dan kasih sayang Allah untuk setiap ummat islam yang sudah mati. Maka hadirin sekalian, pikirkanlah akan nasip diri kita, jiwa jiwa kita yang kotor, lemah tiada beramal miskin tanpa ibadah.
‎اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْد
‎Ayyuhal a’iduuna wal a’idaat rahimakumullah
‎Ramadhan adalah penghulu atau raja dari pada sebelas bulan lainnya. Dalam ramadhan terdapat perintah yang termasuk dari pada rukun islam yaitu shaumu ramadhan berpuasa pada bulan ramadhan. Dalam puasa ramadhan banyak memberikan kita pelajaran dari kehidupan dunia sampai kehidupan akhirat. Dilarang kita makan dan minum pada siang hari ramadhan, menahan lapar haus dan dahaga disiang hari, inilah gambaran kita di alam kubur , lapar haus dan dahaga ketika kita mati tanpa membawa amal ibadah dari kehidupan dunia. Lapar, haus dan dahaga didalam kubur kita rasakan mulai dari permulaan kita mati sampai datangnya hari kiamat. Disuruh kita untuk makan dan minum pada waktu sahur , agar supaya kita kuat melawan dan menahan lapar dan haus pada siang hari, maka inilah misal kenapa kita harus beramal ibadah sebelum mati, agar amal ibadah kita dapat menyelamatkan dan menolong kita dari lapar haus dan dahaga di padang mahsyar. Jangan sampai kita terpedaya sebab harta benda,jangan kita tertipu sebab anak isteri atau suami. Lihat dan rasakan betapa sungguh banyak nikmat Allah yang kita nikmati padahal kita tidak bersungguh sungguh mengerjakan segala perintah-perintahnya. Pak ibu hadirin hadirat jama’ah shalat ied rahimakumullah !
‎Mulai dari terbenamnya matahari, ketika hilal satu Syawwal diumumkan, gemuruh takbir, suara tabuh dan lain sebagainya, itu semua memberitahu kita, bahwasanya hari lebaran, hari kemenagan telah datang ditengah-tengah kita. Dan itu artinya kita di suruh dan di anjurkan untuk berhimpun satu padu berkumpul di masjid seperti sekarang ini. Hadirin,.. Maka seperti inilah perumpamaan esok ketika malaikat Israfil As meniup sangka kalanya, gemetar sekalian bumi dan langit, gunung gunung seperti kapas yang berterbangan, lautan tumpah kedaratan, Maka menyerulah malaikat bahwa itu adalah hari kiamat, hari dimana manusia, sejak Nabi Adam As dan sampai manusia terakhir di himpun bersatu padu di giring menuju padang Mashsyar. Seperti Firman Allah Swt :
‎يَوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَتَأْتُوْنَ اَفْوَاجًا
‎“Pada hari kiamat ditiupakan sangka kala oleh malaikat Israfil maka datanglah seluruh manusia kepadang mahsyar dengan berhambur-hamburan.”
‎اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
‎Hadirin wal hadirat yarhamukumullah
‎Hari ini, adalah permisalan bagi kita ketika nanti kita dibangkitkan dari kubur dan digiring menuju padang mahsyar. Sebagian kita ada yang naik kendaran ketika hendak keluar rumah menuju masjid ini, sebagian kita ada yang berjalan kaki, sebagian kita ada yang memakai pakaian baju baru, pakaian yang bagus, adapula yang memakai ragam perhiasan dan sebagian ada yang memakai pakaian lama, seperti ini keadaan kita nanti. Ada yang mempunyai kendaraan sebab ia pernah berqurban dan ber aqiqah, sebagian ada yang memakai pakaian yang baik dan bagus lengkap dengan perhiasan perhiasan nya, itu sebab ia pernah bersedekah sebagian dari hartanya semasa hidup didunia ini. Hadirin hadirat jama’ah shalat ied . . . !
‎Termasuk dari pada permisalan apa yang sedang kita lakukan sekarang, ketika kita masuk kedalam masjid ini, kita dengar suara bacaan takbir yang keras, beginilah nanti malaikat memuji Allah ketika semua kita berkumpul di mahsyar. Ingatkah kita tadi, ketika shalat, berdiri sama-sama dipimpin oleh imam, tak ada seorangpun dari kita yang berani berkata-kata ketika imam memimpin sholat, Seperti inilah hadirin sekalian , ketika kita dikumpulkan di padang mahsyar, dalam keadaan lapar dahaga dan haus, tiada tempat berteduh. keadaan ketika itu sungguh menakutkan, tidak seorangpun yang berani memohon ampunan Allah swt kecuali penghulu kita Nabi besar Muhammad Saw.
‎اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْد
‎Setelah selesai sholat, kemudian khotib naik ke atas mimbar, lalu khotib membacakan khutbahnya, sedangkan sekalian makmum menundukkan kepalanya, seperti ini missal nantinya apabila nabi kita Muhammad saw memohon ampunan atas dosa-dosa ummatnya, Maka Allah swt berfirman : “ Hai sekalian hamba-Ku, Aku telah karuniakan kepada kalian rizki, nikmat dan rahmat ke atas dunia yang kalian makan dengan suami, isteri dan anak-anakmu. Seperti firman Allah Swt :
‎فَأَمَّامَنْ اُوْتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِيْنِهِ فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيْرًا ، وَيَنْقَلِبُ اِلَى اَهْلِهِ مَسْرُوْرًا
‎‘’ Maka adapun orang yang catatan amalnya diberikan dari sebelah kanannya, Maka ia akan di hisab amalnya dengan hisab yang mudah, dan ia akan dikembalikan kepada keluarganya dengan gembira.’’
‎Sedangkan pada sebagian kelompok manusia yang lain, Allah Swt berfirman : “ Hai sekalian hamba-Ku, Kalian telah banyak berbuat dosa ketika didunia, dilarang kalian tidak dapat terlarang, dicegah tidak dapat tercegah, kalian hidup sekehendak nafsu kalian, Masuklah kalian kedalam neraka-Ku, yaitu satu tempat atau negeri yang hina.
‎وَاَمَّا مَنْ اُوْتِيَ كِتَابَهُ وَرَاءَ ظَهْرِهِ فَسَوْفَ يَدْعُوْا ثُبُوْرًا ، وَيَصْلَى سَعِيْرًا
‎Dan adapun orang yang catatan amalnya diberikan dari arah belakangnya, Maka Ia akan berteriak,’’Celakalah aku ! ‘’ Dan ia akan masuk kedalam neraka Sa’ir ( neraka yang apinya menyala-nyala ).
‎Hadirin hadirat jama’ah shalat sunnah ied Rahimakumullah !
‎اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
‎Marilah di hari yang suci dan agung ini, yakin dan percayalah kita, akan datang satu hari, satu waktu, orang-orang akan datang kerumah kita, setelah mendengar berita kematian kita, yakin dan percayalah kita akan datang masanya, mereka datang kerumah kita mengurus jasad jenazah kita, Maka hadirin hadirat sekalian, berbekalah kita dengan sebaik baiknya bekal untuk pulang ke kampung akhirat kita. Ketahuilah bahwa sebaik baik bekal adalah ‘’ Taqwallah ‘’. Beruntunglah diantara kita yang pada lebaran tahun ini dapat berkumpul dengan sanak keluarga, Beruntunglah di antara kita yang tadi berangkat bersama keluarga menuju masjid ini, lalu pun nanti pulang bersama sama, bersalam-salaman dengan orang tua, isteri dan suami serta sanak keluarga. Tapi sebagian diantara kita, ketika sampai dirumah, ada yang menangis karena tidak ada lagi pelita , penerang dalam rumah yaitu sosok suami, sosok bapak, sebagian yang lain ada yang menangis karena tidak ada lagi isteri dirumah, tidak ada lagi hadirnya seorang ibu.
‎اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
‎Di penghujung bulan suci Romadhon ada sebuah Hadits, yang dari sini nanti kita mampu mengambil kesimpulan makna dan inti kita hari ini berhari raya idul Fitri, hadirin Ingatkah kita pada saat itu Rasulullah Shallallahu salam menyuruh kepada para sahabat untuk masuk ke masjid Nabawi  Rasulullah Mengatakan agar berkumpul di depan mimbar. Apa yang terjadi saat para sahabat berkumpul di depan mimbar ? lalu Nabi Muhammad Shallallahu salam naik ke atas mimbar yang terjadi pada saat itu Ketika Nabi menaiki anak tangga yang pertama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam mengucapkan aamiin . lalu Nabi naik lagi ke tangga yang kedua mengucapkan Aamin.
‎Ketika Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam turun dari mimbarnya para sahabat kebingungan dan tercengang fakunna Ya Rasulullah sami’na syai an lam nakuna min qoblu sungguh Ya Rasulullah kami tidak pernah mendengar apa yang tadi engkau telah ucapkan sebelumnya, apa yang terjadi ya Rasulullah?
‎Perhatikan hadirin kata Rasulullah “ wahai para sahabatku sungguh tadi Malaikat Jibril telah datang kepadaku, ia berdoa kepada Allah, lalu aku aminkan ” ! Apa itu Ya Rasulullah kata para sahabat.
‎قَالَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : مَنْ اَدْرَكَ شَهْرَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ فَمَاتَ فَدَخَل النَّارَ                                                             
‎Yang pertama, Hadirin Celakalah bagi orang-orang yang ketika diberikan kesempatan  hidup bertemu dengan romadhon tapi begitu Ramadhan pergi meninggalkannya dosanya tak kunjung diampuni oleh Allah.
‎Hari ini Romadhon telah pergi meninggalkan kita, Romadhon pasti akan kembali lagi di tahun yang akan datang, tapi demi Allah tidak ada  satupun dari kita yang bisa menjamin Apakah kita bisa bertemu lagi dengan bulan suci Romadlon.
‎Lalu yang kedua dari pada doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Rasulullah dan ini termasuk bagian terpenting dari pada peringatan  idul fitri kita hari ini, agar menjadi Muhasabah dan catatan dalam kehidupan kita. Apa doa malaikat Jibril yang kedua ini ?
‎قَالَ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلاَم ُ : مَنْ اَدْرَكَ اَبَوَيْهِ اَوْ اَحَدُ هُمَا فَلَمْ يَبَرَّهُ فَمَاتَ فَدَخَلَ النَّارَ
‎‘’Siapa saja seorang anak yang kedua orang tuanya atau salah satunya masih hidup, tapi ia menyia-nyiakan tidak berbakti kepada kedua orang tuanya itu, Maka jika anak tersebut mati, ia akan masuk kedalam neraka.’’
‎Perhatikan hadirin hadirat rahimakumullah ! Celakalah bagi anak-anak yang ketika diberikan kesempatan hidup bersama kedua orang tuanya atau salah satunya, tapi mereka tidak mampu berbakti bahkan justru  durhaka kepada orang tuanya, Neraka tempat kembali seorang anak yang durhaka kepada orang tuanya. Malaikat Jibril As berkata “ Qul Aamin, Ucapkanlah Amiin ya Muhammad, Maka Nabi berkata Faqultu “Aamiin’’.
‎اَللَّهُ اَكْبَرُ اَللَّهُ اَكْبَرُ  اَللَّهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

‎Hadirin jama’ah shalat ied rahimakumullah, Demikianlah khutbah kita pada hari yang suci dan kesempatan yang baik kali ini. Marilah kita tutup khutbah ini dengan berdoa kepada Allah swt.
‎بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْأَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ     
‎  Khutbah II
‎اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ ـ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ . اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ . اَمَّـا بَعْدُ : " فَيَاعِبَادَ اللهِ ، اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ " اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا " . اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ :                                                                                        
‎ A’udzu billahi minassyaithonirrajiim, Bismillahir Rahmanir Rahim.
‎Alhamdulillahirabbil a’lamin hamdan yuwafi ni’amahu wayukafi’u maziidah. Allahumma sholli wasallim ala’ sayyidinaa Muhammad wa a’laa alihi washahbihi ajma’in.
‎Ya Allah dengan sepenuh perasaan dan harapan, dengan segala kerendahan dan kelemahan, di hari yang agung dan suci ini, kami semua mengadah kepadaMu ya Allah ,
‎Ya Allah yang maha pengampun, Ampunilah walau sebanyak apapun dosa dan kesalahan kami, ampuni walau seburuk apapun masa lalu kami ya Allah,
‎Ya Allah ampunilah dosa besar ataupun dosa kecil yang telah lalu ataupun yang akan datang, yang sengaja ataupun yang tidak sengaja kami lakukan ya Allah,
‎Ya Allah tentunya kami tidak hanya sekedar bersalah kepada-Mu, Tapi kami juga bersalah kepada sesama manusia, Ya Allah buka kan lah pintu maaf hati orang-orang yang pernah kami sakiti ya Allah
‎Ya Allah begitu juga kami akan memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti kami ya Allah
‎Ya Allah begitu banyak jasa kedua orang tua kami yang tak mungkin dapat kami balas ya Allah kecuali dengan mengucapkan Allahummagfir lanaa Ya Allah ampunilah dosa kami ya Allah Waliwaalidaina dan dosa kedua orang tua kami Warhamhuma sayangi kedua orang tua kami ya Allah Kamaa Rabbayaanaa Shagiro  sebagaimana dulu mereka memberikan peluk dan cium kepada kami ketika kami masih kecil ya Allah
‎Ya Allah jadikanlah kami orang tua yang baik dan bertanggung jawab kepada keluarga kami ya Allah, ya Arhamar raahimiin Jadikan putra putri kami anak yang taat kepada perintah-perintah-Mu ya Allah, Jagalah putra – putri kami dari hal-hal buruk yang membuat kami sedih dan malu di dunia sampai akhirat ya Allah.

‎Ya Allah semakin hari semakin berkurang umur kami ya Allah, sedang ajal kami semakin dekat ya Allah, Ya Allah ketika ajal kami nanti datang, semoga orang-orang yang pernah kami sakiti sudah memaafkan kami ya Allah, Ya Allah ketika mautmu datang kepada kami, mudahkan lisan kami mengucapkan Laa ilaaha illaallah Muhammadur Rasulullah
‎اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاء مِنْهُم وَالْأَمْوَات. اَللَّهُمَّ اَعِزَّ الْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَاَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ اَعْدَائَكَ وَاَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِك اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ . اَللَّهُمَّ وَفِّقْ اِمَامَنَا لِهُدَاكَ وَاجْعَلْ عَمَلَهُ فِى رِضَاكَ . رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ . عِبَادَ اللهِ ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ  يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرِ اللهِ اَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

‎Khutbah Idul Fitri
‎اللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ، اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ. اَللهُ اَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ، اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ . اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْأَكْبَر اَلَّذِى اَكْبَر فِى كُلِّ شَيْءٍ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ اَلَّذِى عَلَّمَنَا كَيْفَ نُصَلِّى عَلَى اللَّهِ اَكْبَر فَنَقُوْلُ اَللَّهُ اَكْبَرُ. اَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ رَبٌّ غَفُوْرٌ . وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ذُو الْفَضْلِ وَالشُّكُوْرِ . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ رَسُوْلِ الْأَمِيْنِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَاُمَّتِهِ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ . اَمَّا بَعْدُ : فَيَـاعِبَادَ اللَّهِ اُوْصِيْنِيْ وَاُوْصِيْكُمْ بَتَقْوَى اللَّهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ، فَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مُذَكَّرًا بِذَالِكَ : " اَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ( يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ )
‎Bapak ibu Jama’ah shalat ied rahimakumullah.
‎Ketika tenggelamnya matahari di ufuk sebelah barat pada sore hari kemarin, menandakan kita telah menyelesaikan perjuangan satu bulan penuh pada bulan suci Ramadhan, maka berpisahlah kita dengan bulan yang mulia lagi agung. Ada rasa sedih berpisah dengan Ramadhan, namun di sisi lain ada kegembiraan bahwa kemenagan telah kita raih. Namun dalam hati yang paling dalam tentu kita ingin Allah panjangkan umur kita, agar dapat bertemu kembali dengan Ramadhan yang akan datang.
‎Ramadhan dengan segala kelebihan dan keutamaannya pasti akan datang lagi, Tapi Demi Allah tidak ada jaminan apapun, dan dari siapapun, bahwa kita akan bertemu kembali dengan Ramadhan yang akan datang. Hari ini, lihatlah kanan kiri kita, banyak orang yang kita kasihi, orang – orang tercinta, orang tua, saudara, kerabat, tetangga, lihatlah kanan kiri kita, dimana isteri dimana suami , mereka yang dulu hidup bersama kita, masih terbayang senyuman mereka dipelupuk mata. Tapi kini, mereka tidak lagi bersama kita. Mereka telah berada di alam baka. Hanya tinggal kenangan yang tak mungkin akan terlupa.
‎اَللَّهُ اَكْبَرُ اَللَّهُ اَكْبَرُ  اَللَّهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
‎Hadirin wal hadirat yarhamukumllah perkumpulan yang mulia ini, mengingatkan kita pada sabda Nabi Muhammad saw, Beliau mengatakan apabila sekelompok orang beriman telah berkumpul untuk melaksanakan sholat iedul fitri maka Allah mengatakan kepada para malaikatNya :
‎“ Ya malaikati ma jaza u man wafa amalah “
‎Wahai malaikat ku apakah gerangan balasan kepada orang yang telah meyempurnakan amalan nya.?
‎‘’Ya rob tu’ti ujrotah’’ Kata malaikat : Balasan nya adalah engkau berikan ganjaran pada setiap amal yang mereka lakukan. Kemudian Allah mengatakan kepada para malaikat : usyhidu kum ya malaikati saksikan lah wahai para malaikat ku ..!! Perhatikan wahai hadirin hadirat rahimakumullah, yang membuat kesaksian adalah Allah dan yang menyaksikan adalah malaikat, Kata Allah “ Semua hamba-hambaku yang telah selesai melaksanakan puasa dan keluar rumah untuk melaksanakan shalat iedul fitri dan mendengar khutbah nya maka kepada hamba-hambaku tersebut akan aku berikan ampunan dari dosa dosanya.
‎اَللَّهُ اَكْبَرُ اَللَّهُ اَكْبَرُ  اَللَّهُ اَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ
‎Kita, sebagai seorang hamba yang tidak pernah terlepas dari kekhilafan, kita sebagai seorang hamba yang senantiasa melakukan sebuah kesalahan tidak ada yang kita harapkan dihari yang penuh berkah dan suci ini selain ampunan maghfiroh dari Allah Swt. Maka inti dari shalat iedul fitri adalah mendengarkan khutbah, pantas saja Rasul saw sampai memerintahkan perempuan haid pun untuk datang , duduk di luar masjid untuk mendengar khutbah, karena memang inti dari shalat iedul fitri adalah duduk dan mendengar khutbah supaya kita mendapat ampunan dari Allah swt.
‎Pak ibu hadirin hadirat a’azzakumullah !
‎Seperti baru kemarin kita bertemu dan hanya sekejap saja berlalu, ketika ramadhan pergi meninggalkan kita, sungguh menyisakan kesedihan yang sangat dalam di hati kita semua.
‎Kita yang telah diberikan kesempatan oleh Allah berjumpa dengan bulan ramadhan, tapi kita sadar kita semua masih belum memaksimalkan ibadah kita di sepanjang bulan suci Ramadhan,

‎Puasa kita penuh dengan kekurangan, tarawih kita penuh dengan keterbatasan, khatam quran hanya sekedar niat tanpa aksi, 10 malam terakhir kita sibuk dengan persiapan adat atau tradisi lebaran membuat kue dan makanan, siang harinya kita gunakan waktu habis di pasar-pasar.
‎اَللَّه اَكْبَر اللّه اكبر اللّه اكبر ولله الحمد
‎Namun kesedihan diatas kesedihan yang kita bayangkan, yang kita renungkan dari pertanyaan yang masih belum ada jawaban nya..!! Ramadhan pasti akan kembali di tahun yang akan datang, namun apakah diri kita masih bisa menikmati puasa di dalamnya.? Siapa yang menjamin kita masih bisa tarawih di malam malam nya.? adakah kita masih bisa merasakan nikmat nya kebersamaan dengan keluarga kita, berjamaah di masjid saat sahur dan buka..!! boleh jadi ketika datang Ramadhan di tahun yang akan datang, sedangkan diri ini telah terkubur di dalam tanah sendirian ..!!
‎Sebuah pelajaran bagi kita bahwa tak ada satu pun diantara kita yang mampu menahan waktu yang ingin berlalu, setinggi apapun jabatan kita, sebanyak apapun harta kita, atau sebesar apapun pengaruh kita di dunia ini..!!
‎Bapak ibu hadirin sekalian rahimakumullah !
‎Alhamdulillah, Allah masih berikan kita umur sampai pada hari raya sekarang dan kita telah melaksanakan ibadah yang berat yaitu  puasa di bulan Ramadhan.
‎Berpuasa di siang harinya dan tarawih pada malam harinya agar kita mendapat rahmat & ampunan Allah swt.
‎Selama sebulan penuh kita di latih untuk beribadah kepada Allah maka di akhir akhir Ramadhan ada perintah dari Allah untuk menyempurnakan ibadah puasa kita dengan menunaikan zakat , infaq dan sodaqoh serta peduli kepada sesame. Puncak nya di 1 syawal ini, untuk melihat dan memperhatikan sekeliling kita, perhatikan dan kunjungi bagaimana keadaan saudara dan tetangga kita di hari raya ini.? semua hasil ibadah Ramadhan dan syawal adalah la allakum tattaquun  la allakum tasykurun agar kalian bertaqwa setelah itu agar kalian bersyukur setelah taqwa diraih seharusya mucul rasa syukur. setelah perbanyak ibadah kepada Allah, jangan lupakan ibadah kepada sesama dalam bentuk silaturahim dan berbagi. karena orang taqwa itu yang baik hubungan dengan Allah juga kepada sesama , salah satu ciri orang yang bertaqwa
‎ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ
‎Yang bisa memaafkan kesalahan orang, jikalau mungkin pernah berbuat salah kepadanya.
‎Shalatnya bagus, puasanya rajin, tapi dengan orang tua tak punya akhlaq, dengan tetangga berselisih, dengan keluarganya tidak harmonis, dengan saudara bermusuhan kata Nabi akan datang pada hari kiamat, yang mengaku umatnya, tapi dalam keadaan bangkrut amalnya, merasa banyak beramal tapi bangkrut, beliau merasa rajin sholat , rajin puasa bahkan sudah melaksanakan haji tapi setelah yaumul hisab amalnya hilang tak berbekas
‎يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلاَةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ
‎Datang mengaku umatku k

Posting Komentar